Sukses Tanpa Batas

Judul : Never Ending Success
Pengarang : Budi Hartono
Penerbit : Pro You
Cetakan : 2006
Tebal : 192 hlm.
Resensiator : Rahmadanil

Setiap manusia pasti memiliki hasrat untuk sukses. Sukses dalam berbagai aspek kehidupan: sukses dalam pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa, sukses dalam dunia kerja serta sukses mencapai cita-cita yang diidam-idamkan, dan yang tak kalah pentingnya adalah sukses dalam memenej pribadi semata yang berimbas pada sukses general.
Kata-kata sukses seringkali kita dengar dari orang yang ambisius terhadap suatu hal. Akan tetapi tidak bagi mereka yang ambisius, melainkan secara universal kita sangat menginginkan kesuksesan. Sukses dalam segala hal. Kesuksesan sejatinya bermuara pada kesejahteraan hidup lahir dan bathin.

Tidak saja sukses dalam konteks general. Melainkan yang paling vital adalah sukses personal. Kesuksesan personal merupakan kunci untuk membuka pintu kesuksesan lainnya. Bila sukses personal sudah totalitas, maka spirit untuk meraih kesuksesan berikutnya akan high spirit.

Namun, ini sangat kontradiksi bagi personal yang tengah dirundung duka. Belum berhasil menjadi sang pemenang, gelar pecundang pun tersematkan pada diri. Frustasi, stress buah dari kegagalan, maka tak ayal orang-orang yang seperti ini mencari tempat pelarian, bahkan tak segan-segan bunuh diri dianggap sebagai solusi. Resolusi seperti itu bukan resolusi yang cerdas, tapi sebaliknya. Manusia yang ingin sukses takkan pernah patah arang meskipun kegagalan terus berdatangan.

Orang-orang yang tersenyum puas dengan kesuksesannya berangkat dari kegagalan yang memilukan dan memalukan. Namun, tak banyak pula yang menjadikan kegagalan sebagai langkah awal menuju kesuksesan. Seperti Thomas Alfa Edison, ia menemukan bohlam dengan melewati 2.000 kegagalan. Sedangkan Walt Disney dipecat sebagai editor yang pada akhirnya ia memiliki Disneyland (baca III). Mereka tidak ingin berlama-lama terkungkung dalam baju kesedihan. Terus tumbuh dan berkreasi yang mengantarkan mereka ke gerbang kesuksesan.

Tentunya untuk menggapai kesuksesan yang besar dimulai dari kesuksesan personal. Bila kita ‘telanjang’ di depan cermin intropeksi lihat kekurangan dan sadari potensi yang ada. Terbuka, jujur terhadap diri sendiri merupakan tangga awal meraih kesuksesan personal. Lejitkan potensi diri yang ada dan spirit yang haus akan kompetisi melahirkan power yang lebih dahsyat. Ikuti alur potensi, bila Anda memiliki potensi melukis jangan paksakan untuk menjadi matematikawan.

Budi Hartono, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) Jakarta Timur menjadi mentor lewat bukunya Never Ending Success. Sebuah buku yang berdedikasi sebagai pelecut semangat untuk bangkit kembali. Pria kelahiran 2 Juli 1984 ini semasa SMA-nya aktif berorganisasi, sehingga spirit dalam jiwanya untuk berkreasi lebih kental.

Never Ending Succes merupakan salah satu buku yang menjadi inspirator untuk bangkit kembali. Buku ini mengantarkan Anda untuk memahami strategi melejitkan potensi diri menuju tangga kesuksesan. Penulis menganalogikan manusia itu seperti pohon yang akarnya kuat, batangnya kokoh dan buah sedap. Karena pohon memberdayakan potensi yang ada sehingga mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan. Buku setebal 192 halaman ini merupakan refleksi diri kita sendiri. Dengan kepiawainnya penulis tidak baku dalam hal berbahasa. Bahasa yang menimbulkan keakraban, sehingga menghilangkan kejenuhan dan bersemangat untuk melanjutkan ke bab berikutnya. Karena semakin dalam menyelami buku ini: akan membakar spirit; menimbulkan gairah baru untuk berkarya yang merujuk pada kesuksesan. Bagi pembaca yang menyukai bacaan dengan esensi matematis akan disuguhkan segelintir kurva penjelas.

Banyak kunci untuk menjadi sukses. Kesuksesan pribadi membawa Anda menjadi orang yang besar, karyanya dikenang sepanjang masa. Ada epidemi yang menjadi pengganjal dalam meraih kesuksesan. Yaitu penyakit pribadi yang hampir setiap orang terjangkit oleh virus ini. Sifat malas dan suka molor waktu. Kadangkala kita sering mengatakan, “Sebentar lagi, waktunya kan masih panjang.” Kata-kata yang demikian merupakan bom atom bagi diri sendiri. Mengapa tidak. Pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan cepat akan sering tertunda. Sementara pekerjaan yang lain mengantri untuk Anda jamah.

Jika kebiasaan seperti ini masih berlanjut niscaya kita akan apes, terkubur dari gunungan pekerjaan yang selalu diburu dateline. Penyakit yang berikut adalah malas. Ini masih bertalian darah dengan mengundur-ngundur waktu. Jika sudah komplikasi dengan penyakit ini, kesuksesan sangat tipis akan berpihak pada kita. Kiat-kiat untuk menjinakkan dan membunuh penyakit ini juga penulis paparkan secara gamblang.

Mari kita bangkit meraih kesuksesan dengan spirit yang baru, sukses yang tanpa batas. Berkarya selagi umur masih dikandung badan, because Never Ending Success. [] Rahmadanil, pencinta buku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: