Cabe Kok Pedas?

ADA orang yang makan pake kecap ataupun sambelnya malah dikasih gula. Katanya kalo makan pake cabe itu pedas. Cabe itu bikin sakit perut, dan bisa-bisa bikin mencret. Itu kalo dikonsumsi secara berlebihan. Tapi ada juga lho, orang yang gak bisa makan tanpa cabe.

Ya, makan jadi gak enak gitu. Saking doyannya sama cabe, nasinya merah diselimuti cabe. Tapi anehnya lagi perutnya malah gak sakit dan tenang-tenang aja.

Dalam ilmu biologi, memiliki nama ilmiah cabe Capsicum. Secara lengkapnya cabe termasuk kedalam kerajaan (kingdom) plantae, divisi magnoliophyta, simpelnya lagi cabe termasuk kedalam spesies Annuum. Cabe atau cabai yang kita makan sehari-hari ini ternyata berasal dari daerah Amerika Selatan. Dan sebagian besar spesies cabe terdapat disana. Cabe dapat hidup di daerah beriklim tropis, subtropis, atau kontinental, maka persebarannya semakin meluas.

Meskipun rasa cabe memang pedas, namun cabe sangat penting juga. Karena cabe mengadung vitamin dan mineral. Nah, mengapa rasa cabe itu pedas? Tentunya ada yang membuat cabe itu pedas. Zat yang membuat rasa cabe itu pedas dinamakan capsaicin (capsaicin oil). Capsaicin bersifat seperti minyak, dan ‘membakar’ sel-sel pengecap di lidah saat kita makan cabe, nah itulah yang dinamakan rasa pedas. Rasa pedas yang tertinggi terdapat pada ‘urat’ putih tempat melekatnya biji. karena pada urat itulah karena di situlah Capsaicin di hasilkan. Bagimana membuat rasa pedas itu hilang? salah satu caranya yaitu dengan membuang biji cabe. Biji juga menghasilkan Capsaicin yang konsentrasinya tinggi.

Rasa pedas juga memiliki satuannya. Satuannya ini disebut Scoville yang dikembangkan oleh Wilbur Scoville pada tahun 1912. Dalam menetukan satuan ini melakukan percobaan. Percobaannya ini dilakukan dengan melarutkan bubuk cabe murni kedalam larutan air dan gula, dan diukur dengan panel khusus sambil dikurangi konsentrasinya. Dan kadar bubuk cabe murni yang larut sampai tidak ada rasa pedas lagi akan menjadi angka hasil pengukuran. Tingkat kepedasan cabe berkisar dari 0-300,000 Scoville.

 

Dalam penggolongan cabe, cabe dapat dikelompokkan menjadi cabe manis, (sweet), agak pedas (mild), pedas sedang (medium), pedas (hot), dan sangat pedas (very hot). Cabe manis kepedasannya berkisar di skala 0-1000 dalam satuan Scoville, contohnya yang biasa kita sebut paprika (cabe gendut yang biasa ada di salad). Nama-nama asing lainnya seperti Pimentos, Rellenos, dan Sweet Banana peppers juga masuk dalam kelompok ini. Skala 1000-3000 digolongkan ke tingkat agak pedas. Cabe yang kita makan itu termasuk ke dalam kelompok pedas sedang, dengan skala 3000-6000 satuan Scoville. Di kelompok ini juga ada cabe yang sangat terkenal di Meksiko, yaitu Jalapeno. Lalu di tingkat pedas, di skala 6000-50,000 satuan Scoville, kita bisa menemui si kecil yang biasa menemani pas makan tahu isi, tempe mendoan, atau dipake di acar, yaitu yang kita kenal dengan nama cabe rawit. Tapi ini tidak mutlak, soalnya tidak pasti setiap cabe rawit yang dipakai itu sama spesiesnya. Tabasco bukan merk) juga sekelompok dengan cabe rawit. Dan yg terakhir, yaitu skala 50,000-300,000 satuan Scoville atau tingkat sangat pedas, buat kita yang asalnya dari daerah Asia Tenggara.

Cara lain untuk menghilangkan rasa pedasnya cabe. Dengan memakan dan meminum susu sesuatu yang mengandung susu seperti keju, es krim (bukan es sirup), dan butter rasa pedas yang membakar lidah kita akan sedikit berkurang. Karena makanan atau minuman yang terbuat dari susu (kasein) mampu melepaskan ikatan antara capsaicin dengan sel-sel pengecap dalam mulut. Tapi jangan sekali melakukan tindakaan yang bodoh di saat kepedasan. Seperti jangan meminum soft drink.Karena minuman yang seperti ini akan menambah rasa kebakar di lidah kita sendiri.

Selain mengandung vitamin cabe juga sangat dibutuhkan tubuh. Salah satunya cabe dapat membunuh bakteri merugikan dalam pencernaan. Nah, buat adik-adik yang takut makan cabe, sekarang mulailah untuk memakan cabe. karena cabe itu penting juga lho. Tapi jangan terlalu banyak mengkonsumsi cabe, efek sampingnya akan merangsang aliaran darah bergerak cepat dan melonggarkan penyumbatan lendir pada hidung dan tenggorokan. Dan inilah yang menyebakan kalau kita banyak mengkonsumsi cabe hidung kita jadi mengelurkan cairan atau lendir. (Rahmadanil/ SMA Semen Padang, berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: