Efek Cinta dan Terima Kasih

Judul : The True Power of Water
Pengarang : Masaru Emoto
Alih bahasa : Azam Translator
Penerbit : MQ Publishing
Cetakan : ke V, Agustus 2006
Tebal XX+192 hlm
Resensator: Rahmadanil

Sangat sulit kiranya mempercayai penemuan yang satu ini. Air mampu merespon rangsangan yang dari lingkungannya. Untuk membuktikan ini tentunya perlu pembuktian secara faktual. Penemuan kebenaran air mampu merespon rangsangan dari lingkungannya, merupakan penemuan yang sangat menakjubkan. Terutama bagi Masaru Emoto, peneliti asal Jepang, terinspirator oleh air yang bekerja pada kakinya yang sakit. Ia tergelitik oleh keajaiban air yang bekerja menyembuhkan kakinya. Rasa ingin tahu yang terus menghatam otaknya untuk menyingkap keistimewaan air. Masaru Emoto melakukan penelitian hingga mampu menyingkap keistimewaan tersebut. Hasil penelitiannya itu adalah air mampu mengkristal pada suhu -25 derjat celsius atau -13 derjat Fahrenheit.

Air mampu merespon, rangsangan dari lingkungan. Dengan membentuk kristal heksagonal yang indah air mengekspresikan setiap perlakuan lingkungan terhadapnya. Masaru Emoto terus mengambil gambar kristal air yang dibekukannya. Sebelumnya air ini diberi tekanan dengan kata-kata “Kamu Bodoh” dan “Cinta dan Terimakasih”. Namun apa yang ditemukan pada air yang diberi kata-kata “Cinta dan Terimakasih,” air tersebut mengkristal denga kristal yang sangat perfecti. Bertolak belakang dengan air yang beri kata-kata “Kamu Bodoh” membentuk kristal yang jelek. Tak hanya itu, tekanan lainnya seperti musik dari berbagai aliran serta gelombang elektromagnetik turut menjadi bagian dari pembuktian responsif air.

Pembacaan do’a terhadap air ternyata memberikan nilai positif. Do’a yang baik akan merubah respon air yang juga merubah kualitas air tersebut. Ini terbukti pada Danau Biwa yang ditumbuhi oleh ganggang yang aneh. Masaru Emoto mengambil sampel air ini kemudian dilakukan pengambilan gambar kristal air. Sangat mencengangkan sekali, air tersebut tidak mampu mengkristal bahkan rupanya di bawah mikroskop sangat jelek. Maka dilakukan pembacaan do’a pada air danau pertumbuhan tanam tersebut menurun. Sanitasi airnya pun mulai berangsur-angsur pulih. Sehingga enam bulan setelah pembacaan do’a tersebut Masaru kembali mengambil sampel air tersebut, dan sangat menakjubkan sekali kristal air mulai terbentuk dengan rupa yang menawan. Untuk mengilangkan rasa jenuh pembaca, Masaru Emoto memperlihatkan gambar kristal air dari berbagai kota di dunia dan hasil penelitiannya seputar kristal air (baca hal: 46).

The True Power of Water membangunkan kita agar memperhatikan alam. The True of Water juga membuka mata,akan perlakuan kita terhadap alam terutama pada air. Dalam buku ini pula dipaparkan pula pengobatan alternatif yang dilakukan oleh Masaru Emoto dengan konsep Hado (energi atau kumpulan getaran yang terkandung dalam suatu benda). Pengobatan alternatif Hado yang di proklamirkan Masaro juga terbukti pada seorang remaja yang didiagnosa menderita gangguan jiwa. Kemudian Masaru mencoba untuk menolong hidup remaja ini dengan meminumkan air Hado yang ia racik sendiri. Namun, apa yang ditemukan pada otak anak tersebut, timah hitan yang terbawa oleh air kran di rumahnya yang telah menumpuk di otaknya. Prinsip pengobatan Hado sendiri adalah gelombang dan resonansi.

Bila ditelaah lewat kacamata agama betapa besar sekali rahmat yang dianugerahkan Tuhan kepada melalui air. Banyak makna yang tersirat dalam buku ini. Air mampu memberikan respon positif dan negatif, bila perlakuan negatif kita mencapai tingkatan maksimum, tak ayal lagi bencana dari air datang bertubi-tubi menghantam kita. Selain itu, The True Power of Water menjadi bahan renungan untuk menjaga sanitasi lingkungan yang sangat krusial sekali yaitu air. Masaru Emoto juga memberikan pandangan-pandangn hidup terkait dengan konsep Hado.[]

Satu Tanggapan

  1. Oh…. berarti inti sari dari bukanya dia ini adalah tentang pengobatan alternatif dengan air ya?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: