Jadilah Muslim Sejati

Judul : Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim
Pengarang : Salim A. Fillah
Penerbit : Pro-U Media
Cetakan : Pertama, 2006
Ketebalan : 392 hlm
Resensator : Rahmadanil


“Yang berlalu biarlah berlalu,” sering kita mendengar perkataan yang seperti ini. Masa lalu begitu tak diperhitungkan. Padahal masa lalu refleksi bayangan semu masa depan, dengan kata lain masa lalu merupakan pelajaran agar masa depana lebih bai dari masa lalu.

Di masa lalu pulalah Islam mencapai masa kejayaan. Tapi, kejayaan yang dibangga-banggakan itu kian meredup. Umat Islam jauh tertinggal. Terutama di bidang ilmu pengetahuan, yang dahulunya umat Islam merajai. Redupnya spirit umat Islam disebabkan kesibukan perang saudara yang terus melanda, sungguh sangat naif.

Sebagaimana yang termaktub dalam Al-qur’an yang intinya: umat muslim merupakan umat yang terbaik. Namun, realitanya bertolak belakang. Eksistensi kaum muslim tercoreng. Julukan “teroris” terpatri pada muslimah yang berjilbab dan kaum Adam yang berjenggot. Barat terus melancarkan ekspansinya ke negara timur tengah. Kaum muslim mulai terpukul mundur. Bahkan kecaman demi kecaman dari dunia internasional mengalir deras.

Memulihkan keadaan, mengembalikan paradigma masyarakat dunia terhadap Islam, merupakan salah satu cara untuk kembali merangkai kejayaan di masa silam. Di mulai dari rekonstruksi kepribadian, membuka kembali lembaran sejarah dan mempelajarinya.

Buku ini memberikan wejangan-wejangan bernas pada pembaca. Memaparkan problem riskan agar menjadi catatan kecil bagi setiap muslim. Buku ini dibagi menjadi enam bagian, Mengupas habis seputar kehidupan seorang muslim. Pada bagian pertama “Kain-kain rombengan” membahas sekelumit polemik edukasi di zaman Rasulullah patut untuk direnungkan. Relevansinya pada nama-nama seperti Firaun dan budak-budaknya (hal: 39). Dijelaskan juga secara gamblang aqidah umat manusia sebelum datangnya Islam. Tidak itu saja, buku setebal 392 halaman ini pada bagian kedua menjelaskan muslim dalam kehidupan. Bagaimana muslim dalam kebersamaan (89). Meneladani nabi Muhammad SAW adalah ciri seorang muslim. Karena Rasulullah teladan dan rahmatan lil a’laminn.

Esensi buku yang merujuk pada dakwah penulis balut dengan nuansa sastrawi, sehingga enak dibaca oleh “si peminum kopi.” Salim A. Fillah, penulis Best Seller “Nikmat Pacaran Setelah Pernikahan” pada bagian kelima dan keenam buku ini memfokuskan tulisannya kepada para aktivis. Terkhusus aktivis dari kalangan mahasiswa. Di sana Salim menekankan juga masalah rumahtangga termasuk perkembangan psikologi anak yang dibesarkan dari keluarga aktivis. Penulis juga menyinggung masalah pernikahan. Masalah pernikahan menjadi bahan diskusi yang alot dikalangan aktivis muda.

Saksikana bahwa Aku Seorang Muslim memberikan kontribusi yang radikal. Beruntung remaja yang membaca buku ini. Karena ditengah kelabilan remaja mendalami agama dan pencarian jatidiri, paradigma yang tersaji dalam buku ini mengajak logika remaja untuk berpikir maju. Maju, menjadi muslim sejati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: