Keikhalasan untuk Cinta

Judul : Pudarnya Pesona Cleopatra

Pengarang : Habiburrahman El Shirazy

Halaman : 111 halaman + vii, 20,5 cm x 13,5 cm

Cetakan ke : III, April 2006

Penerbit : Republika

KECANTIKAN wanita memang mampu membuat laki-laki bertekuk lutut. Kecantikan yang begitu mempesona, tak jemu mata memandang. Apalagi kecantikan wanita pujaan yang selalu menari di ruang utopia. Tak ayal banyak laki-laki melakukan apa saja demi merebut hati wanita pujaan tersebut. Salah satunya kecantikan Cleopatra. Kecantikan wanita Mesir yang begitu mempesona. Tapi apakah kecantikan itu menjamin isi hati? Belum tentu kecantikan secara kasar itu tampak merefleksikan isi hati.

Satu hal lagi, bagaimana jika kecantikan wanita pujaan itu hanyalah khayalan semata? Mungkin secercah harapan tersirat dalam hati untuk menjadikannya kenyataan. Inilah kisah yang menghiasi novel psikologi islam buah karya dari Habiburrahman El Shirazy. Kisah yang sangat menyentuh kalbu. Novel yang memeliki kekuatan dalam pembangunan jiwa yang matang bagi seorang muslim. Di dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra yang mengandung dua novel mini. Dua judul yang sangat menarik. Yang akan membawa untuk berfantasi dan ingin melihat kejadian itu seperti adanya. Walaupun dua novel mini, akan tetapi kisah yang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat sekali.

Salah satu judul novel mininya adalah Pudarnya Pesona Cleopatra (PPC) mampu menggugah nurani kita akan kesetiaan seorang istri pada suami yang tidak mencintainya. Meskipun kedua novel mini tidak bersetting Mesir, namun nuansa Mesir yang minoritas turut memberikan warna dalam novel ini. Novel mini yang berjudul Pudarnya Pesona Cleopatra, begitu akan membawa pembaca untuk mengarungi kisah seorang istri yang terus meyakinkan suaminya bahwa ia sangat cinta. Sangat bersimpangan dengan hati nurani sang suami yang hanya mempersunting gadis Mesir yang menurut kacamatanya melebihi kecantikan anak negeri sendiri. Mimpi bertemu dengan Cleopatra membuat ia sedikit berubah pada istrinya. Dengan dalih untuk membahagiakan dan menunjukkan bakti pada sang ibu, sang suami berpura-pura ikhlah menikahinya. Dengan perasaan yang tidak dapat diungkapan, suaminya harus tega membohongi diri sendiri dan merasa berdosa telah memperlakukan istrinya dengan perlakuan yang dingin. Namun, ini tak menyurutkan kesetiaan, kecintaan pada junjungannya. Suami yang menerimanya sebagai wanita yang babyface tidak menangkap hawa kesetian sang istri. Ini menjadikannya semakin tegar dan meningkatkan kesetiaan sebagai istri yang solehah.

Pengalaman dari orang lain jualah memberikan pelajaran dan memberi arah pada suami hingga tersentak. Betapa bodohnya seorang suami yang mendewa kecantikan gadis lain daripada istri yang mencintai dengan setulus hati karena Allah. Ikhlas untuk menerima apa yang telah digariskan Tuhan itulah yang memenuhi benak sang suami. Sesungguhnya kesetiaan, keikhlasan, ketulusan serta kecantikan istrinya yang berasal dari negeri sendirilah yang mampu menggugurkan segala kecantikan Cleopatra. Tapi lacur, semuanya sudah digariskan sang Khalik, istri yang telah menyimpan buah cinta telah menghadap Illahi. Begitu besarnya cinta sang istri yang shalehah. Kenangann yang tak akan pernah terlupakan sang suami. Kisah yang sangat monumental ini akan membuat pembaca untuk dapat memetik hikmahnya dalam membina cinta dan keluarga. Mungkin tak terasa, airmata mengucur deras ketika anda membaca kisah sarat akan nilai-nilai agama.

Tak itu saja yang disuguhkan oleh Habiburrahman El Shirazy. Kisah percintaan yang sarat akan lika-liku kehidupan. Begitu indah kisah novel mini yang kedua yang berjdul Setetes embun Niyala. Masalah yang menerjang, begitu mengguncang hidupnya. Ibarat memakan buah simalakama, itulah yang harus dihadapi tokoh dalam novel ini. Rasa putus asa yang mulai menyelimuti terlepas jua berkat ketabahan dan keikhlasan. Namun, pertolongan Allah pada hamba yang taat takkan pernah berujung. Alur hidup yang begitu pelik, terus membebani. Badai pasti berlalu. Pertolongan yang maha dahsyat telah menyelamatkan hidupnya. Memberikan setetes harapan dan kebagiaan di tengah kegusaran. Cinta yang tumbuh begitu cepat tak pernah diduga. Datang pada waktu yang sangat tepat. Sebuah kejutan yang mungkin membuat anda terperangah dan penuh tanda tanya. Itulah nikmat Tuhan, rasa saling mencintai yang tumbuh dalam sekejab pada sepasang insan. Kisah yang akan menepis kesedihan anda pada novel pertama. Semuanya memberikan kesejukan dan pelajaran yang berharga. Pesan yang tersirat begitu kental dalam novel ini. Novel yang begitu pendek, kisahnya mungkin terpatri erat didalam relung hati anda setelah membacanya.

Pudarnya Pesona Cleopatra ini mengadung unsur psikologi. Sedikit membuat kita untuk merenung dengan apa yang telah digariskan Tuhan. Kehendak Tuhan memang tak bisa terbantahkan. Kisah yang begitu indah dan tiada tara, sedikit banyaknya dapat membantu kita dalam menata hidup dengan nilai-nilai agama. Keikhlasan, ketabahan, kesabaran, ketulusan, dan kecintaan pada sang khalik-lah yang membuat segalanya jadi indah dan novel psikologi islam ini mampu merebut hati anda.[] Rahmadanil, pencinta buku

Satu Tanggapan

  1. wah bagus bgt deh.. kalo ga salah nilis juga musyafir cinta kan?
    hmmm hot ketauladanan
    bgt critanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: