Mimikri yang Cerdas dari Brenthia Hexaselena

LEMAH tidak membuat ngengat Brenthia Hexaselena patah arang untuk bertahan hidup di lingkungannya sendiri. Di Kosta Rika ngengat ini memiliki keunikan tersendiri. Ia mampu beradaptasi dan melindungi diri dari predatornya layaknya seekor bunglon yang sedang merubah warna tubuhnya sesuai dengan tempatnya berada. Mimikri yang dilakukan oleh ngengat ini merupakan ide cerdas. Ide ini dimanifestasikannya dalam tampilan diri yang sedikit buas. Yaitu meniru postur, tekstur serta warna hewan lain.

Penyamaran ini dilakukan oleh Brenthia Hexaselena dalam bentuk laba-laba pelompat. Sehingga ketika kupu-kupu malam ini hendak take off sayapnya yang bersisik mengkilap ia terlihat seperti membentuknya membentuk postur laba-laba pelompat. Fenomena ini lebih jelas sekali ketika ia akan terbang mengangkat sayap depannya dengan sudut tertentu dan ketika landing di tanah, daun maupun di pepohanan.

Tidak saja sukses dengan manipulasi bentuk seperti laba-laba pelompat, ngengat yang hidup di hutan tropis ini juga memiliki perilaku dinilai sangat mirip dengan laba-laba pelompat. Kenyataan ini diungkapkan oleh Jadranka Rota, mahasiswa biologi di Universitas Connecticut, AS, saat ia melihat hewan yang aktif di malam hari ini melakukan hal yang demikian. “Hal tersebut umumnya menyelamatkan hidupnya,” ujar Rota dalam jurnal online terbuka Public Library of Science (PLoS) ONE.

Keuntungan yang diraih oleh Brenthia hexaselena ini adalah ia dapat terbang dan melompat meskipun predatornya bersiap akan memangsa, karena dilihat dari dekat persis sama dengan laba-laba pelompat.

Untuk membuktikan bahwa ngengat ini benar-benar mimikri. Rota melakukan eksperimen pada laba-laba pelompat. Ia menghadapkan laba-laba pelompat pada dua jenis ngengat yaitu tiruan ngengat Brenthia Hexaselena yang tengah menirukan bentuk laba-laba pelompat dan ngengat yang biasa. Alhasil laba-laba pelompat terlebih dahulu memangsa ngengat yang biasa dari pada Brenthia Hexaselena. Melihat kenyataan yang terjadi Brenthia Hexaselena para peneliti berkesimpulan bahwa laba-laba pelompat berperan penting dalam mendorong seleksi dengan membentuk evolusi serangga tersebut. (National Geographic, Rahmadanil/ SMA Semen Padang)Terbit di P’mails Edisi 75, Tahun II, 25 Februari – 3 Maret 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: