Puzzle Rahasia Menguak Kebenaran

Judul : The Da Vinci
Pengarang : Dan Brown
Alih bahasa : Isma B. Koesalamwardi
Penerbit : Serambi
Cetakan : ke 24, Juni 2006
Tebal : 624 halaman

Apa yang akan Anda lakukan bila Anda menjadi pewaris tunggal sebuah rahasia besar? Mungkin saja Anda cemas, takut dan dalam waktu singkat menjadi fokus publik bak selebriti karena warisan rahasia yang Anda terima menjadi ancaman religi. Atau barangkali saja Anda salah satu orang yang senang bermain rahasia. Memang sesuatu yang sangat rahasia, si pemiliknya akan menutup dengan sangat rapat. Hanya diwariskan kepada orang-orang yang dipercaya untuk mengembannya.

nilah yang dihadapi oleh Sophie Naveu, pewaris tunggal kakeknya yang berprofesi sebagai seorang kurator terkenal di Museum Louvre, Paris. Namun, sebelum Sophie mendapatkan warisan itu, Jacques Saunière, meninggal dalam keadaan yang sangat aneh. Mati dalam keadaan tanpa busana. Posisi jenazah Jacques Saunière seperti lukisan karya Leonardo da Vinci, Vitruvian Man. Namun, Jacques Saunière mewariskan pesan acaknya yang berupa kode-kode angka yang menyerupai deret Fibonacci. Kematian sang kurator ini ternyata menyeret seorang Profesor Simbologi Agama dari Universitas Harvard, Robert Landon. Karena pada pesan tersebut tertera nama Robert Langdon.

Hingga laporan kematian Jacques Saunière berhembus ke kepolisian Perancis, pihak kepolisian melirik Robert Langdon karena diduga terindikasi atas kematian Jacques Saunière. Akan tetapi, Sophie Neveu ikut membebaskan Langdon dari jebakan polisi yang mengundang Langdon langsung ke Museum Louvre. Pada akhirnya Langdon tahu, dugaan yang menjerat dirinya itu. Ia pun ikut membantu Sophie untuk memecahkan kode-kode angka yang menjadi pesan utama untuk Sophie. Sehingga mereka menjadi buronan internasional. Sophie dan Langdon memulai pertualangan mereka yang melibatkan karya seniman terkenal Leonardo da Vinci. Jacques Saunière dalam menyampaikan pesannya menggunakan lukisan-lukisan Da Vinci seperti: Monalisa, The Last Supper, hingga Sophie dan Langdon membuka pesan yang tersimpan dalam Cryptex dengan kode pembuka yang sangat rumit sebagai mediatornya. Pertualangan mereka harus menelusuri gereja-gereja di kota Paris dan Inggris, Bank yang canggih, serta melintasi katedral-katedral yang disebutkan dalam pesan tersebut.

Dan Brown, penulis novel terlaris Digital Fortess ini kontruksif novelnya dengan memadupadankan sejarah agama Kristiani. Dengan mengangkat sejarah Biarawan Sion. Dan Brown pun menyatakan fakta sejarah yang ia paparkan dalam novel ini sangat otentik sekali (Baca hal: 7; Fakta). Apalagi dengan lukisan Leonardo Da Vinci, yang mengupas seputar Maria Magdalena. The Da Vinci Code dapat dijadikan sebagai literatur sejarah Kristen. Hal ini dijelaskan oleh Dan Brown (Baca CAP 55; hal 319). Selain itu, ia pun secara gamblang menuliskan hal-hal yang sangat krusial sekali terhadap ajaran Kristen.

Meskipun novel dengan jumlah 43 juta eksemplar di seluruh dunia (google.co.id) menjadi bacaan yang sangat menarik bagi sebagian masyarakat di dunia. Akan tetapi tidak bagi umat Kristiani yang terasa seperti bisa ular yang menyengat mereka. Novel kontroversial ini mendulang protes dari petinggi Vatikan, hingga para teolog-teolog Kristen membalasnya dengan membuat makalah yang menyatakan novel The Da Vinci Code adalah sebuah kebohongan besar dari Dan Brown. Tidak itu saja, Dan Brown juga dituntut oleh Michael Baigent Leigh atas pelanggaran hak cipta (wikipedia.org).

Novel setebal 622 halaman ini, sedikit terasa membosankan. Karena alurnya yang berjalan lambat. Kendati demikian, Dan Brown mampu menyatukan tokoh-tokoh yang terpisah dalam satu alur. Ini merupakan keahlian tersendiri bagi novelis ini. Akankah Sophie berhasil memecahkan pesan rahasia kakeknya yang menyangkut identitas dirinya. Serta keberadaan keluarganya yang diwartakan tewas dalam kecelakaan? Apakah benar Sophie keturanan Biarawan Sion yang kini tengah terancam keberadaanya? Benarkah Biarawan Sion yang beranggotakan Sir Isaac Newton dalam novel ini “Memukau nalar, menguncang iman”? [] Rahmadanil, pencinta buku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: