Tren Mobil Listrik LIPI

Persedian sumber daya alam sepertinya sudah mulai menitipis. Seperti BBM yang menjadi bahan pokok dalam kendaraan bermotor. Krisis energi ini tampaknya sudah menjadi fenomena di Indonesia. Mulai dari hilang timbulnya minyak tanah hingga melonjaknya harga bahan bakar untuk kendaraan bermotor. Dengan menipisnya minyak bumi tentunya membuat khawatir masyarakat terutama para pengendara kendaraan bermotor. Ini merupakan pe er para ilmuan untuk mencari alternatif sumber daya alam yang satu ini.

Di tengah krisis yang melanda, Indonesia telah menemukan sedikit obat. Yaitu penggunaan energi biodisel. Hingga sekarang penggalakan seputar energi ini terus dilakukan. Sumber bahan bakar yang diperoleh dari minyak nabati diharapkan dapat meredam krisis BBM untuk kendaraan bermotor. Biodisel tidak terlalu menimbulkan polusi udara dan bahan bakunya lebih mudah didapat. Tumbuhan yang menjadi bahan dasar biodisel, sedikit terkendala dengan bahan baku yang memakan waktu lama untuk tumbuh. Akan lebih baik kita terus mencari energi ataupun cara yang lebih efektif sebagai penghemat energi.

Sekarang ini LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) telah menemukan jalan keluar dari krisis BBM. Dengan prinsip ilmiahnya LIPI telah memproduksi MARLIP. Mobil marmut buah karya LIPI merupakan mobil yang ramah lingkungan. Betapa tidak mobil ini tidak menggunakan bahan bakan BBM yang cendrung menimbulkan polusi. Inilah inovasi baru yang paling dinanti-nanti untuk menghemat BBM.

Sebagai mobil yang terlahir dari tangan para peniliti, marlip memiliki keunikan. Tidak seperti mobil lainnya, marlip sengaja didesain sedemikian rupa untuk menggunakan energi listrik. Pilihan ini memberikan keuntungan untuk menghemat sumber daya minyak yang kini tengah mengalami masa genting. Energi listrik sebagai sumber energi memberikan kemudahan pada marlip. Pasalnya jika energi listrik telah habis dapat direfill. Tentunya ini sangat menguntungkan sekali. Pengisian ulang energi mobil ini sangat mudah, cukup dengan melakukan pengecasan baterai. Waktu yang dibutuhkan untuk pengisian ulang baterai hanya 2,5 jam. Energi yang dipasok dari baterai mampu bertahan untuk jangka waktu delapan hari saja.Pada periode 2006-2007 LIPI akan memproduksi 300 unit yang siap dioperasikan di perkantoran dan lokasi wisata.

Marlip hanya memiliki kecepatan untuk area datar 40 km/jam, sedangkan untuk jalan yang bertanjakan marlip memiliki kecepatan 20 km/jam dengan jarak tempuh 300 km. Tidak itu saja, marlip sangat bertolak belakang dengan mobil lainnya. Dari segi harga saja, marlip lebih mengirit kantong. Dengan Rp 40 juta kamu sudah dapat satu unit marlip. Harga yang sangat miring dibandingkan dengan mobil merk lain. Dan bergaransi satu tahun. Tidak diragukan lagi marlip untuk dilemparkan ke pasar, karena Onderdil dan suku cadang marlip 50 persennya telah tersedia di Indonesia. Ir Masrah, selaku penemu dan pemegang hak paten mengakui melesunya minat para investor untuk menanamkan modal adalah salah satu hambatan secara finansial untuk pengembangan marlip. Karena para pialang lebih suka berburu dan mengalkulasikan untung dan rugi.

LIPI tidak saja terus berdiam dengan marlipnya, sekarang ini LIPI tengah mengembangkan bahan bakar marlip dengan menggunakan hidrogen. Dengan penemuan ini diharapkan badai krisis BBM segera berlalu. Agar lebih segar lagi bila adanya injeksi dana yang membantu pengembangan mobil ini. [] lipi.go.id.Rahmadanil

6 Tanggapan

  1. baguslah

  2. Dear Team LIPI,

    Dimana saya bisa membeli mobil ini? Harganya berapa dan bagaimana after sales servicenya?.

    Terimakasih atas informasinya

    Regards
    Heru

  3. asal enggak di mahalin ama pihak2 tertentu sih enggak apa 2. ntar malah pas udah di lauching… eh udah ketinggalan zaman lagi… hehehe…

    artikelnya bagus …

  4. di mana kami bisa membelinya ????????maklasih informasinya

  5. Sebenarnya Tim saya sudah berhasil membuat prototipe dari mobil listrik kira2 3 tahun yang lalu, yang tentunya mempunyai keistimewaan jauh lebih banyak dari yang ada di foto. salah satu keistimewaannya yaitu tidak diperlukan charger baterei selama pemakaian, juga dengan kecepatan sama dengan mobil-mobil bahan bakar fosil lainnya yaitu kecepatan sekitar 150 KM/jam. 3 tahun yang lalu kami mengajukan dada penelitian lanjutan dari pemerintah lewat SMK dan ternyata disetujui dana sebesar 80Jt, akan tetapi pihak SMK tidak punya komitmen untuk meneruskan riset dan menyimpan sendiri dana tersebut.
    Rencananya kalau ada dana pribadi dari tim akmi akan mengembangkan lebih lanjut riset tersebut. tapi kapan? apa ada orang atau pihak yang masih punya keinginan untuk memajukan bangsa?

  6. jangan nyerah gitu ah mas,
    meskipun para birokrat berlomba-lomba merusak negara🙂
    sebagai pedjoeang sebaiknya niat sampeyan tidak goyah.

    jadi teruskan perdjoeangan untuk menciptakan mobil listrik.
    sebaiknya di opensourcekan tehnik-tehnik pembuatanya. agar lebih cepat berkembang. seandainya sampeyan mentok maka ada orang laen yang akan meneruskan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: