Lelucon Absurd dan Penyair Imajiner


Judul : My Life as a Fake
Penulis : Peter Carey
Penerjemah : Olivia Imelda Tandjung
Ketebalan : 466 hlm
Cetakan : Pertama, oktober 2006
Penerbit : Serambi
Resensator : Rahmadanil/ SMA Semen Padang

Adalah Peter Carey yang telah meraih penghargaan Booker Prize yang bergengsi untuk novelnya Oscar and Lucinda (1988) dan True History of the Kelly Gang (Serambi 2006). Sebelum menerbitkan My Life as a Fake, penulis kelahiran Australia, 1943 ini sebelumnya telah menerbitkan tujuh novel dan sebuah antologi cerpen.

My Life as a Fake, mengangkat kisah petualangan seorang penyair Australia bernama Christopher Chubb. Hidupnya terlunta-lunta dalam pencarian putri semata wayangnya. Putri Chubb diculik oleh penyair gadungan “ciptaannya”. Dalam novel ini Chubb ditakdirkan bertemu dengan editor majalah sastra The Modern Review, Micks. Pertemuan Chubb dengan Micks tak pernah disangka-sangka. Waktu itu editor jurnal puisi ini pergi ke Malaysia bersama teman laki-laki ibunya, Jhon Slater. Micks bertemu dengan Chubb di sebuah bengkel sepeda. Penampilan Chubb sangat kumal. Pandangan pertama Micks pada Chubb penuh jijik.

Namun, siapa sangka Chubb yang kumal itu membuat Micks kepincut dengan “hartanya.” Harta Chubb ialah puisi sarat akan esensi sastra, sungguh editor The Moders Review ini bernafsu untuk menerbitkannya. Kedekatannya dengan Chubb terjalin erat karena keduanya selalu bergulat dan membicarakan puisi. Jhon Slater tidak pernah senang dengan kehadiran Chubb. Tak jarang sering terjadi cek-cok antara kedua laki-laki itu. Micks sedikit lebih berpihak pada Chubb atas dasar keinginannya pada puisi Chubb. Tapi itu tidak menghapus rasa sayang Slater pada Micks. Dan tak sengaja Slater membuka rahasia kematian ibu Mick yang sebenarnya.

Akhirnya Chubb menceritakan kronologis penculikan putrinya oleh Bob McCorkle, penyair imajiner Chubb. Micks sangat percaya dengan cerita Chubb. Padahal Bob McCorkle seperti yang diceritakan Chubb tak pernah ada. Chubb sengaja membuatnya sebagai lelucon. Cerita rekaan Chubb mempermalukan Micks di akhir cerita dengan realita yang ia temukan.

Kisah yang diangkat penulis diilhami kisah nyata yang penuh warna dan terasa menyentuh. Novel yang mengambil setting di Malaysia, Australia, dan Indonesia ini memberikan sebuah pandangan perjalanan hidup lewat kisah-kisah perjalanan tokohnya. Sungguh, terkadang mereka memiliki pontesi, kreativitas dan talent yang tak pernah disangka-sangka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: