Aduh Mak, Artik Kritik Antartika Genting

Daerah Kutubu yang Semakin Genting

Akhir-akhir ini cuaca panas tak seperti biasanya. Air Conditioner (AC) tak mempan mendinginkan ruang. Rasanya cuaca panas sekarang sangat terik. Tidak Indonesia saja yang merasakan cuaca panas seperti itu. Disinyalir cuaca panas tersebut diiringi dengan melelehnya es di kutub utara dan selatan.

Akibat lain yang ditumbulkan oleh pemanasan global mulai melelehnya es di Artik dan Antartika. Sebenarnya gas-gas rumah kaca turut berperan dalam menyerap panas radiasi matahari. Hanya saja sekarang ini intensitasnya sudah melampaui ambang batas. Artik (kutub utara) dan Antartika (kutub selatan) juga berperan sebagai protektor bumi dalam menyerap panas. Lapisan es yang berwarna putih memiliki emisitas penyerapan panas yang lebih rendah. Selain itu lapisan es tersebut memantulkan panas matahari. Bila lapisan ini sudah menipis bahkan hilang, daratan dan lautan lebih banyak menyerap panas yang memicu meningkatnya temperatur bumi.

Tampaknya lapisan es kutub utara, kian lama kian menipis. Dalam laporannya, Intergovernmental Panel on Climate Change mereka memprediksikan Artik mengalami masa kritis pada tahun 2050. Akan tetapi ramalan tersebut meleset dengan selisih 30 tahun. Jadi masa kritis tersebut lebih cepat yakni terjadi pada tahun 2020. Di sisi lain para pakar es di Pusat Es dan Salju Nasional di Colorado, AS juga melakukan pengamatan langsung dengan satelit. Hasilnya menunjukkan, perubahan es Artik cukup signifkan. Instansi ini memaparkan, “Semakin menipisnya lapisan es Artik akan mempercepat terjadinya pemanasan global.”

Tidak berbeda jauh dengan kutub utara, kutub selatan pun mengalami hal sama. Kenaikan suhu bumi beberapa derjat celcius menunjukkan perubahan yang sangat signifikan. Lapisan es Antartika telah mencair seluas kota California. Lapisan es yang mencair ini dikhawatirkan mempercepat mencairnya lapisan es yang berada di bawahnya dan membuat keretakan yang lebih besar. Ini menyebabkan lapisan es Antartika lebih labil. Jika keretakan besar terjadi, lapisan es Antartika mencair lebih cepat dan akan menambah volume air laut. Sementara itu Son Nghiem dari Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA di Pasadena, California dan Konrad Steffen dari Universitas Colorado, AS membandingkan akumulasi (kumpulan ) salju yang meleleh sejak Juli 1999 hingga Juli 2005. Terbukti bertambahnya volume air laut akibat lelehan salju Antartika telah merendam kawasan dataran tinggi dan pulau-pulau terluar Antartika. Ini terjadi di saat termperatur naik kira-kira 5 derjat celcius.

Dalam laporan PBB yang dirilis oleh Panel Perubahan Iklim Antarpemerintah (IPCC), diketahui suhu permukaan bumi naik dari 1,8 hingga 4 derajat Celcius selama satu abad ini. Sementara itu permukaan air laut naik antara 18 hingga 59 centimeter selama seabad terakhir. Diperkirakan bila volume es yang meleleh baik di kutub utara maupun di kutub selatan terus bertambah mengakibatkan naiknya permukaan laut beberapa meter. (Rahmadanil)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: