Cinta dan Kasih Sayang Kunci Penangan Anak Autis

Bila terjadi delesi pada kromosom ke 22, gangguan pertumbuhan, pencernaan pada janin, auto imun, itu berpotensi menyebabkan anak alami autis. Autis merupakan penyakit yang tidak menular, namun berpangaruh besar pada pertumbuhan anak. Akibatnya si anak memiliki dunia sendiri. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab autis. Para peneliti hanya berkesimpulan, autis sangat berhubungan erat dengan kromosom.

Anak-anak autis merupakan cikal bakal dari manusia yang berkepribadian ganda (sizhophren). Tingkatan autis pada anak berbeda-beda, mulai dari tingkatan yang rendah hingga yang tinggi. Penderita autis tidak pandang bulu dan status sosial.

Ciri-ciri anak menderita autis dapat diketahui sejak anak berusia 12 bulan. Di usia ini, anak penderita autis tidak mampu berkomunikasi dengan baik, mengeluarkan kata-kata yang biasa diucapkan bayi (babbling). Hingga berumur tiga tahun anak autis belum dapat berbicara, kalau bisa mereka hanya meracau. Tidak itu saja, bila mereka ingin berkomunikasi dengan orang lain, anak autis sulit memulai atau mempertahankan percakapan.

Tidak hanya mengalami gangguan komunikasi, mereka juga sulit berinteraksi seperti: tidak menanggapi respon sosial, bila dipanggil tidak menoleh, tidak mau menatap mata ketika berbicara, bermain sendiri (punya dunia sendiri). Anak-anak autis sangat cuek dengan lingkungannya, susah diatur, sangat agresif menyakiti diri sendiri, terkadang perilaku mereka tak menentu seperti meraung-raung, memanjat-manjat, dan mengamuk sendiri (tantrum) tanpa sebab yang tak jelas. Dan anak autis juga memiliki perilaku aneh. Mereka juga tahan terhadap rasa sakit.

Terdapat dua jenis autis, low functioning (IQ rendah) dan high functioning (IQ tinggi. Anak autis low functioning memiliki kesulitan berkomunikasi. Sangat susah mengenali aksara dan berkomunikasi baik verbal maupun non verbal. Sedangkan anak autis high functioning mereka tidak mengalami gangguan komunikasi, gangguan utamanya ialah mereka sulit berinteraksi.

Tidak mudah menerima kenyataan kalau anak Anda menderita autis. Jangan terlanjur patah arang. Kasih sayang, kunci penangan anak autis. Seperti anak normal lainnya, mereka juga butuh perhatian dari orangtua. Bila sedang bermain, hendaknya orangtua ikut bermain bersama anaknya. Berilah pujian ketika si anak mampu menyelesaikan tugas mereka dengan baik seperti meletakkan kembali mainan bila selesai bermain. Kata-kata pujian mendorong mereka untuk berbuat baik, sehingga dapat meninggalkan kebiasan mereka seperti meracau maupun mengamuk tanpa sebab.

Namun tidak semua orangtua yang sabar mendidik anak autis. Psikolog anak Dra Psi Hamidah Msi, mengatakan, “Bahkan, terkesan pembentukan perilaku pada anak autis seperti mendidik perilaku hewan. Misalnya, menyuruh duduk dengan mata melotot, bentakan, teriakan. Kalau tidak menurut disentil, dijewer, dan tindakan kekerasan lain.”

Anak autis tidak bisa sembuh total karena mengalami gangguan pada perkembangan saraf. Akan tetapi, mereka bisa belajar. Para orangtua dapat melakukan terapi sederhana di rumah denga nmetode Applied Behavior Analysis (ABA) atau metode bivavioristik yang dikenalkan Prof Dr Lovaas di Amerika Serikat. Kedua metode ini membantu membentuk dan menguatkan perilaku positif sehingga mampu mereduksi perilaku negatif anak autis. Untuk membantu komunikasi, terapi wicara sangat tepat. Mengajar anak autis terlalu repot, penyampaian informasi yang tepat ialah dengan visualisasi. Mengajar anak autis menggunkan gambar-gambar dengan aneka warnan tepat tepat sekali, karena mereka punya hak mendapatkan pendidikan. Buatlah mereka tidak sibuk dengan dunia sendiri. (Rahmadanil)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: