First Kiss from Mother

Mamalia yang satu ini sangat lucu dan gesit. Hewan akuatik ini sangat mudah ditemukan di sirkus. Namun, keberadaan mulai dipertanyakan. Populasinya setiap tahun terus berkurang. Perburuan liarlah faktor utama. Praktek perburuan liar gencar dilakukan di perairan Arktik Utara oleh suku Anuit. Pasalnya, daging anjing laut merupakan makanan tradisonal suku Anuit. Tercatat sepanjang tahun 2005 sebanyak 320.000 ekor anak anjing laut terbunuh.

Selain unik ternyata mamalia yang memiliki nama latin Zalophus californianus terlahir dengan kelebihan tersendiri. Anjing laut mampu bertahan hidup di daerah yang suhunya mencapai -5 derjat celsius. Kulitnya yang tebal dan dilapisi minyak membuat suhu tubuhnya konstan. Selain itu, untuk mengenali bayinya, induk anjing laut hanya menggunakan penciuman.

etika bayi mereka lahir, si ibu memberikan ciuman pertama menyambut kelahiran anaknya. Tidak sekadar ciuman, dengan ciuman ini si ibu akan mengenali bau anaknya yang digunakan untuk mengenali bayinya sendiri. Tubuh bayi anjing laut dibaluti oleh “minyak bayi” yang menjaga tubuh bayinya tetap hangat dan membantu mereka berenang, karena massa jenis minyak lebih ringan daripada air. Bayi anjing laut hanya membutuh waktu selama 2 minggu untuk belajar berenang. Anjing laut dewasa mampu berenang hingga kedalaman 600 meter di bawah laut. Hewan ini dijuluki “Penyelam Ulung.”

Antara anjing laut dengan singat laut sangat berbeda. Perbedaan ini dapat dilihat pada tubuh mereka. Tubuh anjing laut lebih kecil dengan bulu yang tebal daripada singa laut. Perbedaan yang sangat jelas sekali terlihat pada taring yang tidak dimiliki anjing laut seperti singa laut. Anjing laut yang terkecil yaitu anjing laut berbulu Galapagos dengan bobot 30 kilogram dan panjang 1,2 meter. Sedangkan yang terbesar adalah anjing laut gajah selatan seberat 2.200 kilogram. Mamalia karnivora ini lebih lamban bila berada di darat. (Rahmadanil)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: