Kunci Rahasia Lansia Berpuasa, Hindari Santan!

"Senior"

"Senior"

Umur sering menjadi kendala melaksanakan ibadah, salah satunya berpuasa. Realitanya pada mereka yang berusia lanjut (lansia) berpuasa hanya kenangan di masa muda. Namun, ‘senior’ ini ada juga kekeh melaksanakan ibadah wajib bagi setiap Islam. Meskipun Islam sendiri mentoleril bila tak mampu mengerjakannya, boleh digantikan dengan membayar fidiyah.

Hasil survei Poliklinik Geritri RSCM bulan Agustus 2007 lalu terhadap lansia berumur 64-83 tahun menunjukkan, 91 persen lansia bertekad tetap berpuasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Delapan puluh persen lansia mengaku berpuasa sebulan penuh, hanya 20 persen saja menyatakan tidak berpuasa sebulan penuh. Dengan semakin menuanya para lansia, kondisi fungsi organ tubuh ‘senior’ pun mulai mengalami kemunduran. Kala berpuasa lansia acapkali mederita hipoglikimia. Ini terjadi saat lansia terlalu banyak beraktivitas, bahkan menurunnya fungsi ginjal tidak dirasakan.

Tubuh boleh saja ringkih, namun motivasi yang kuat untuk berpuasa tidak dapat mencegah. Meskipun demikian sebaiknya sebelum perpuasa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter, terutama lansia yang pernah mengidap penyakit yang justru membahayakan dirinya jika berpuasa. Penting kiranya lansia memerhatikan kondisi selama berpuasa terutama hal-hal riskan. Selama berpuasa kecukupan asupan cairan lansia perlu disoroti. Nah, yang sering jadi masalah lansia cendrung malas minum. Tidak itu saja, saat berpuasa tubuh mengalami perubahan fisiologis dan psikologis seperti: lelah, lemah, dan bingung. Kondisi ini mengakibatkan cairan tubuh menurun hingga 60 persen, sehingga lansia rentan dehidrasi (kehilangan cairan tubuh). Untuk itu, penuhi juga kebutuhan cairan sebanyak 1,5 – 2 liter/hari agar gangguan fungsi ginjal diminimalisir.

Tidak saja asupan cairan tubuh menurun, asupan kalori pun menurun sekitar 12-15 persen, meningkatnya kadar antioksidan, menurunkan radikal bebas. Refill kalori dilakukan ketika berbuka. Namun, fenomena yang sering terjadi aksi ‘balas dendam’ dengan mengisi perut sekenyang-kenyangnya saat berbuka. supaya asupan kalori yang masuk aman bagi kesehatan hindari takjil berpemanis buatan dan berlemak (santan) karena memicu naiknya kadar gula darah. Takjil berlemak (santan) sulit dicerna, sebab butuh waktu untuk memutus rantai ikatannya. Sebagai gantinya, berbukalah dengan air putih dan kurma mengandung gula serat, karbohidrat, kalium, dan magnesium yang membantu penyerapan air ke dalam sel dan jangan lupa mengonsumsi buah-buahan segar.

Termotivasi agar kuat di siang hari, saat sahur makan sekenyang-kenyangnya. Pola seperti ini jangan dilakukan. Cukup makan sekadarnya, sebab sahur berlebihan meningkatkan kadar gula darah yang merangsang tubuh mengeluarkan insulin lebih banyak. Akibatnya, tubuh kelebihan lemak. Jika tubuh kelebihan lemak, bukannya kuat justru sebaliknya. Jenis makanan yang bagus lagi sehat yakni enteng dikunyah dan mudah dicerna. Jangan lupa perbanyak mengonsumsi makanan berserat yang baik untuk percernaan terutama sayuran. Waktu luang lansia jangan diisi dengan tidur melulu. Sebaiknya diisi dengan kegiatan yang menyenangkan misalnya menyulam, merajut, mengurusi hewan piaraan, atau sekadar mengisi TTS.

Aktivitas di atas berefek positif yang memperlancar aliran darah, sehingga tubuh tak mudah loyo. Berolah raga ringan di sore hari seperti jalan-jalan santai, boleh saja dilakukan. Selain menyehatkan jantung, ini bisa memberikan kebugaran dan semangat pada yang bersangkutan. Jika lansia mengidap hipertensi dan asam urat Kedua penyakit ini langganan lansia. Supaya lansia pengidap asam urat aman berpuasa hindari mengonsumsi makanan jasbuket (jerohan, alkohol, sarden, burung dara, unggas, kaldu, emping dan tape). Semantara lansia yang mengidap hipertensi (darah tinggi) disarankan untuk tidak memakan makanan yang gurih-gurih serta mengandung bumbu penyedap, pengawet (natrium benzoat, natrium glutamat), seperti teh kotak, kue-kue yang kering, sarden, dan lainnya. Kalau pun terpaksa ia harus minum minuman yang mengandung pengawet dan harus segera minum air putih yang banyak.

Dan yang paling penting bagi pengidap hipertensi, harus memperbanyak makan makanan berserat, agar tidak sulit buang air besar. Kalau penderita hipertensi sampai mengejan saat buang air besar, biasanya menyebabkan tensi naik dan mengalami serangan stroke atau serangan jantung. Tensi juga bisa turun mendadak, karena ada reflek di daerah leher, sehingga bisa langsung jatuh dan meninggal mendadak. Karena itu, diet yang baik pada lansia adalah minum yang cukup, karena minum memperlancar buang air besar. Sekedar mengingatkan, lansia tidak melakukan ibadah berlebihan (diporsir). Apabila merasa lelah saat beribadah diminta untuk segera istirahat. Setelah itu baru dilanjutkan lagi ibadahnya. (Rahmadanil)

4 Tanggapan

  1. […] nasi uduk & lontong sayur khan pake santen, yang katanya gak sehat karena santan ditengarai bisamemicu naiknya kadar gula darah.dan santan sulit dicerna, sebab butuh waktu untuk memutus rantai ika…. nasi goreng juga gak sehat kalo gorengnya pake minyak jelantah.bakmi, kalo pake saos + suambel 3 […]

  2. what about alkaline water?

  3. sipa tu bro??????????nenek lo ya??? hehehehhehe

  4. Link saya bung: http://kandangpadati.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: