Kuapku Ada Karena Kuapmu

Baby menguap

Anakku sayang menguap

Hoahm….Yang satu ini tidak seorang pun mampu menahannya. Menguap. Ya, gerakan refleks ini sering terjadi ketika seseorang mulai mengantuk. Uniknya, menguap dapat merangsang orang lain disekitarnya ikut menguap setelah beberapa saat. Bahkan ada yang mengatakan, 55 % orang yang melihat orang lain menguap, lima menit kemudian orang tersebut ikut menguap. Wah. Kok bisa ya.

Dalam paru-paru kita ada organ yang disebut alveoli, kaya akan oksigen. Alveoli mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, dan menyedot karbon dioksida. Bila alveoli kekurangan pasokan oksigen, ibarat balon kekurangan gas, alveoli akan mengempes. Akibatnya paru-paru menjadi ‘kejang’. Untuk mengatasi kekurangan itu, otak merangsang saraf motorik melakukan sesuatu yakni dengan menguap. Sehingga, pasokan oksigen normal kembali. Ketika kita menguap tanpa disadari mulut terbuka lebar. Aktivitas ini disebut dengan senam kesegaran paru-paru, itu artinya menguap sangat penting.

Trus, kok bisa sih kita bisa ikut-ikutan menguap, setelah melihat orang lain menguap? Nah, karena penasaran, para ahli melakukan sebuah percobaan pada simpanse. Seekor simpanse diperlihatkan sebuah video yang memperlihatkan simpanse lain menguap. Aneh bin ajaib, ternyata simpanse yang menonton ikut-ikutan menguap. wah… wah…apa menguap itu menular ya?
Sebuah studi yang dilakukan beberapa ilmuwan dari Helsinki University of Technology dan Research Centre Julich, Jerman membuktikan kuap itu menular. Penularan ini disebut juga penularan secara neurophysiological. Sebab tidak melibatkan mekanisme fisik otak. Saat penularan terjadi, wilayah periamygdalar kiri di otak tidak aktif. Semakin banyak orang yang menguap setelah melihat orang lain menguap, wilayah ini semakin tidak aktif. Jadi, penularan menguap merupakan gejala psikologis yang bekerja tanpa pemahaman aksi.

Para ilmuwan menduga, fenomena kuap yang menular sudah terjadi sejak zaman dulu kala. Digunakan sebagai cara berkomunikasi. Penularan kuap juga membantu manusia purba mengomunikasikan tingkat kewaspadaan kepada yang lain dan mengkoordinasi jadwal tidur. Jadi, memang, bisa dibilang, kuapku ada karena kuapmu, gitu…. (Rahmadanil)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: